MarketIntel
insight

Harga Bahan Pokok di Jabodetabek — Data Resmi Kemendag 30 April 2026

30 April 2026 · 7 menit baca

Berapa harga beras di kotamu hari ini dibanding kota tetangga? Apakah harga cabai rawit di warungmu masih wajar atau sudah jauh di atas rata-rata? Untuk pelaku usaha kuliner di Jabodetabek, pertanyaan ini bukan sekadar rasa ingin tahu — ini adalah kalkulus margin keuntungan yang harus dijawab dengan data.

MarketIntel mengintegrasikan data harga bahan pokok harian dari Kementerian Perdagangan RI (SP2KP) untuk 514 kabupaten/kota di Indonesia. Berikut snapshot lengkap 17 komoditas untuk wilayah Jabodetabek per 30 April 2026.

Beras — Selisih Harga Antar Kota Lebih Besar dari yang Dikira

Kota

Beras Medium

Beras Premium

Jakarta Selatan

Rp 14.750

Rp 17.725

Jakarta Timur

Rp 14.333

Rp 16.333

Tangerang Selatan

Rp 13.875

Rp 15.000

Kota Tangerang

Rp 13.500

Rp 14.900

Kota Bogor

Rp 13.500

Rp 14.500

Kota Bekasi

Rp 13.200

Rp 14.900

Depok

Rp 13.000

Rp 14.000

Kab. Bekasi

Rp 12.250

Rp 14.000

Kab. Tangerang

Rp 12.000

Rp 13.800

Sumber: Kemendag SP2KP, 30 April 2026.

Jakarta Selatan mencatat harga beras medium tertinggi di Jabodetabek — 23% lebih mahal dibanding Kab. Tangerang. Angka ini mungkin terlihat kecil per kilogram, tapi untuk warung yang menggunakan 10kg beras per hari, selisihnya setara Rp 82.500/hari atau lebih dari Rp 2,4 juta per bulan.

Telur Ayam — Range Sempit, tapi Tetap Ada Selisih

Kota

Harga Telur Ayam /kg

Jakarta Timur

Rp 29.500

Jakarta Selatan

Rp 29.500

Tangerang Selatan

Rp 29.333

Kab. Bekasi

Rp 29.000

Kota Tangerang

Rp 28.000

Kab. Tangerang

Rp 28.000

Kota Bogor

Rp 28.000

Kota Bekasi

Rp 27.333

Depok

Rp 27.000

Harga telur relatif lebih seragam dibanding komoditas lain — range Rp 27.000–29.500/kg. Depok dan Kota Bekasi paling kompetitif, selisih sekitar Rp 2.500/kg dari Jakarta. Untuk usaha berbasis telur seperti martabak, roti bakar, atau kue rumahan dalam skala besar, ini perbedaan yang nyata.

Cabai — Volatilitas Tertinggi, Dampak Terbesar ke HPP

Dari semua komoditas, cabai adalah yang paling sering membuat HPP usaha kuliner tidak terkendali. Data 30 April 2026 menunjukkan kesenjangan harga yang signifikan antar kota.

Cabai Rawit Merah:

Kota

Harga /kg

Jakarta Selatan

Rp 72.500

Kota Bogor

Rp 65.000

Jakarta Timur

Rp 65.000

Kota Bekasi

Rp 60.667

Depok

Rp 60.000

Tangerang Selatan

Rp 60.000

Kab. Tangerang

Rp 60.000

Kab. Bekasi

Rp 57.500

Kota Tangerang

Rp 45.000

Kota Tangerang mencatat harga cabai rawit terendah di Jabodetabek — 38% lebih murah dari Jakarta Selatan dan masih di bawah HET pemerintah (Rp 57.000/kg). Untuk warung yang menggunakan 2kg cabai rawit per hari, selisih ini setara Rp 55.000/hari atau Rp 1,6 juta per bulan dibanding beli di Jakarta Selatan.

Alternatif lebih terjangkau — Cabai Merah:

Untuk menu yang bisa menggunakan campuran cabai merah dan rawit, substitusi parsial di periode harga tinggi bisa menjaga margin tanpa mengorbankan cita rasa secara signifikan.

Bawang — Kesenjangan Harga Terbesar di Antara Semua Komoditas

Kota

Bawang Merah

Bawang Putih Honan

Jakarta Timur

Rp 55.000

Rp 41.667

Jakarta Selatan

Rp 54.250

Rp 41.500

Kota Bogor

Rp 50.000

Rp 30.000

Tangerang Selatan

Rp 46.667

Rp 35.000

Kota Tangerang

Rp 45.000

Rp 30.000

Depok

Rp 45.000

Rp 35.000

Kab. Bekasi

Rp 40.000

Rp 34.000

Kota Bekasi

Rp 30.333

Rp 30.000

Kab. Tangerang

Rp 30.000

Rp 30.000

Bawang merah di Jakarta Timur (Rp 55.000/kg) hampir 83% lebih mahal dibanding Kab. Tangerang (Rp 30.000/kg). Ini kesenjangan harga terbesar di antara semua komoditas yang dipantau — dan bawang merah adalah bumbu dasar yang hampir tidak bisa dihilangkan dari masakan Indonesia.

Daging — Komponen HPP Terbesar untuk Usaha Berbasis Protein

Daging Ayam Ras:

Kota

Harga /kg

Jakarta Selatan

Rp 43.000

Jakarta Timur

Rp 41.500

Tangerang Selatan

Rp 38.667

Kab. Bekasi

Rp 38.000

Depok

Rp 37.000

Kab. Tangerang

Rp 37.000

Kota Bogor

Rp 35.000

Kota Bekasi

Rp 35.000

Kota Tangerang

Rp 35.000

Daging Sapi Paha Belakang:

Kota

Harga /kg

Kota Tangerang

Rp 150.000

Kota Bogor

Rp 150.000

Jakarta Timur

Rp 148.750

Tangerang Selatan

Rp 148.333

Kab. Bekasi

Rp 145.000

Jakarta Selatan

Rp 143.750

Kota Bekasi

Rp 140.000

Depok

Rp 130.000

Kab. Tangerang

Rp 120.000

Untuk daging ayam, Kota Tangerang, Kota Bekasi, dan Kota Bogor paling kompetitif di Rp 35.000/kg — 23% lebih murah dari Jakarta Selatan. Untuk usaha ayam geprek, nasi ayam, atau katering berbasis ayam, selisih ini langsung terasa di margin.

Minyak Goreng, Gula, dan Bahan Pendukung Lainnya

Komoditas

Range Harga Jabodetabek

Catatan

Minyakita

Rp 15.700/kg

Seragam semua kota — mengikuti HET

Minyak Goreng Curah

Rp 17.000–21.600/kg

Tangerang Selatan termahal, Bekasi/Depok/Kab. Tangerang termurah

Minyak Goreng Premium

Rp 19.000–22.333/kg

Kab. Tangerang termurah, Tangerang Selatan termahal

Gula Pasir Curah

Rp 17.500–19.000/kg

Kab. Tangerang & Kota Bekasi termurah

Tepung Terigu

Rp 11.000–13.000/kg

Kab. Bekasi termurah, Kota Bekasi termahal

Garam Halus

Rp 5.000–16.000/kg

Variasi sangat lebar — Kab. Tangerang termurah

Ikan Kembung

Rp 40.000–50.000/kg

Hanya tersedia data untuk 4 kota

Minyakita adalah komoditas paling stabil — seragam di Rp 15.700/kg di semua kota karena mengikuti HET pemerintah. Untuk perencanaan HPP, Minyakita adalah komponen yang bisa diprediksi dengan pasti.

Kota Mana yang Paling Kompetitif untuk Bahan Baku?

Berdasarkan rata-rata lintas komoditas, Kab. Tangerang dan Kota Tangerang secara konsisten mencatat harga lebih kompetitif dibanding Jakarta untuk mayoritas bahan pokok — terutama cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam. Kota Bekasi juga kompetitif untuk beberapa komoditas tertentu.

Namun harga bahan baku hanyalah satu sisi dari persamaan bisnis. Demand pasar di lokasi yang lebih murah bahan bakunya tidak selalu sebesar Jakarta — dan volume penjualan adalah yang menentukan omzet akhir.

Harga Murah di Mana, Pasar Besar di Mana?

Data harga Kemendag menunjukkan berapa biaya buka usaha kuliner di tiap kota. Tapi untuk tahu seberapa besar peluangnya, kamu perlu data demand — seberapa banyak penduduk yang membelanjakan uang untuk makanan, dan di segmen apa.

MarketIntel menggabungkan keduanya: data harga Kemendag untuk kalkulasi HPP, dan data BPS Susenas 2025 untuk pemetaan demand pasar kuliner di 514 kota.

→ Cek Peluang dan HPP untuk Kotamu di MarketIntel

Metodologi

Data harga bersumber dari SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) Kementerian Perdagangan RI, 30 April 2026. Data mencakup 17 komoditas bahan pokok di 514 kabupaten/kota dan diperbarui setiap hari kerja. Harga yang ditampilkan adalah rata-rata harga di pasar tradisional di masing-masing wilayah. HET (Harga Eceran Tertinggi) yang dirujuk mengacu pada Permendag yang berlaku.

Harga di pasar tradisional langgananmu mungkin berbeda 5–15% dari angka ini tergantung relasi dengan supplier dan volume pembelian. Data ini dimaksudkan sebagai referensi untuk kalkulasi HPP awal dan perbandingan antar kota — bukan sebagai harga pasti yang akan kamu temui di lapangan.


Artikel ini ditulis oleh tim MarketIntel berdasarkan data SP2KP Kemendag, 30 April 2026. Data harga diperbarui setiap hari di platform MarketIntel.

Mau validasi lokasi bisnis Anda?

Analisis lokasi lengkap berdasarkan data BPS dan Google Maps. Gratis untuk analisis pertama.

Mulai Analisis Gratis